ruang belajar

Syukur Sejati Class

Kelas syukur sejati bersama dr surya

Salah Bersyukur

Ditulis 24 Agustus 2026 · 18.52 WIBDiperbarui 24 Agustus 2026 · 18.53 WIB

6 Point Salah Bersyukur

NoBentuk Syukur yang Kurang TepatContohKenapa kurang tepat
1Menggunakan kata syukur dalam konteks negatif“Syukurlah dia gagal, biar tahu rasa.” / “Alhamdulillah dia kena masalah juga.”Kata syukur dipakai untuk menikmati kesulitan atau penderitaan orang lain.
2Bersyukur dengan rasa yang kurang tepat“Aku bersyukur sih dapat pekerjaan ini, tapi kok cuma segini gajinya.”Mengucapkan syukur, tetapi batin masih didominasi keluhan, kecewa, atau penolakan terhadap apa yang diterima.
3Hanya mensyukuri hal besar yang dianggap pantas di syukuri“Nanti kalau sudah punya rumah sendiri baru aku benar-benar bersyukur.” Padahal hari ini masih bisa makan, tidur dengan aman, bernapas, dan bertemu orang yang disayangi.Syukur menjadi terbatas pada pencapaian besar sehingga nikmat kecil sehari-hari tidak disadari
4Hanya mensyukuri hal besar yang sesuai harapan“Aku akan bersyukur kalau diterima di kampus yang aku mau.” Ketika diterima di kampus lain yang ternyata baik, ia tetap merasa tidak ada yang perlu disyukuri.Sesuatu dianggap nikmat hanya ketika bentuknya sama dengan keinginan kita.
5Bersyukur dengan membandingkan“Aku bersyukur rumahku masih bagus, lihat saja rumah dia lebih jelek.” / “Syukurlah gajiku masih lebih besar daripada dia.”Rasa cukup muncul karena merasa lebih beruntung atau lebih tinggi daripada orang lain, bukan karena menyadari nikmat itu sendiri
6Mengganggap syukur sebagai alat tukar“Aku sudah rajin bersyukur, kok rezekiku belum bertambah?” / “Katanya kalau bersyukur nikmat ditambah, aku sudah bersyukur tapi kenapa keinginanku belum dikabulkan?”Syukur menjadi transaksi: aku bersyukur supaya mendapatkan sesuatu, bukan penerimaan dan pengakuan atas nikmat yang sudah ada.
← kembali